BANGKINANG – Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Sosialisasi Keamanan Siber, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar telah membentuk agen Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk membekali para agen CSIRT.
Kegiatan sosialisasi ini digelar di ruang rapat kantor Bappeda Kampar, Selasa (5/4/2026) dan dibuka oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos MT dan dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kampar Lukmansyah Badoe, S.Sos, M.Si.
Tampil sebagai narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) M Jazuly, Tim Kerja Substansi Operasional Pengamanan Persandian Provinsi Riau Tiara Mulia Putri, S.Kom dan peserta Agen Siber seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan di lingkungan Pemkab Kampar.
Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kampar Lukmansyah Badoe mengatakan, penanganan kejadian keamanan siber merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam kelancaran dan keberlangsungan proses Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) di Pemerintah Kabupaten Kampar.
“Oleh sebab itu, penanganan yang efektif memerlukan perencanaan dan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu sehingga tercapai pengamanan informasi yang optimal,” ujar Lukmansyah.
Ia menambahkan, pembentukan Agen Kabupaten Kampar-CSIRT adalah langkah nyata Pemkab untuk menjawab tantangan kedepan. Para Agen ini akan menjadi garda terdepan yang membantu Kabupaten Kampar-CSIRT dalam mencegah, mendeteksi, menanggulangi, dan memulihkan kejadian keamanan siber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Kepada para agen yang dari OPD dan kecamatan Kadiskominfosan menyampaikan pesan agar meningkatkan kompetensi karena ancaman siber terus
berkembang. “Maka SDM kita juga harus terus
belajar,” ulasnya.
Kemudian Lukmansyah Badoe berpesan agar para agen membangun kolaborasi, menjaga koordinasi dengan BSSN, CSIRT Provinsi Riau, Gov-CSIRT, Agen Lintas OPD, dan pemangku kepentingan lainnya melalui Kabupaten Kampar-CSIRT.
Selanjutnya ia juga berpesan terkait dukasi dan mitigasi. Menurutnya, tugas agen bukan hanya
menyelesaikan saat ada serangan, tapi mencegah sebelum terjadi.
“Untuk itu, agen CSIRT ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mengidentifikasi dan mengatasi celah atau kelemahan keamanan informasi, melindungi data sensitif, memenuhi persyaratan peraturan dan standar, meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya keamanan informasi, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan keamanan siber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar,” pungkasnya.(hld)
