BANGKINANG – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar mengapresiasi kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Program Digitalisasi yang dilaksanakan BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Riau.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdikpora Kabupaten Kampar, Helmi, SH, MH kepada wartawan usai membuka kegiatan Pendampingan Pelaksanaan Program Digitalisasi di UPT SD Negeri 005 Bangkinang Kota, Kamis (6/5/2026) yang diikuti 30an orang guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Bangkinang Kota.
Dikatakan, kegiatan ini murni dibiayai dan dilaksanakan oleh BPMP Riau yang berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Agar jumlah guru dan sekolah lebih banyak lagi mendapatkan pemahaman terhadap program digitalisasi ini, maka Disdikpora Kampar mewacanakan agar sekolah-sekolah ikut menyelenggarakan kegiatan serupa yang anggarannya diambil dari bantuan operasional sekolah (BOS) karena mengingat pentingnya sosialisasi ini agar program digitalisasi pendidikan yang menjadi salah satu keinginan presiden bisa berjalan dengan baik.,
“Paling tidak diadakan sekali, dilaksanakan di triwulan kedua nanti,” ujar Helmi didampingi Kepala UPT SD Negeri 005 Bangkinang Kota Sanialis selaku tuan rumah pelaksana kegiatan.
Helmi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan melalui adopsi teknologi secara optimal. Ini mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia (guru/staf), optimalisasi alat digital (seperti papan interaktif digital atau PID), serta integrasi teknologi yang inovatif untuk mendukung transformasi operasional atau pembelajaran.
Helmi juga mengungkapkan bahwa peralatan program digitalisasi ini secara bertahap terus diberikan ke sekolah-sekolah. Hampir semua sekolah sudah mendapatkan dan tahun ini ada penambahan kembali. “Tahun ini ada yang ditambah satu (unit), ada yang ditambah hingga tiga,” ulasnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum BPMP Riau Dr Yusra Afdal Kahar, MKom kepada MANDIRINEWS.co disela-sela kegiatan menjelaskan, sosialisasi ini diharapkan agar guru memahami penggunaan papan interaktif digital (PID) dan agar kegiatan digitalisasi berjalan lebih efektif penggunaannya di sekolah.
Kegiatan ini dilaksanakan mengingat beberapa peralatan program digitalisasi pendidikan yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard yang diberikan ke sekolah-sekolah.
Selain papan interaktif digital tersebut, beberapa perangkat dan komponen pendukung yang disertakan dalam paket distribusi ke sekolah-sekolah diantaranya televisi pintar (smart TV), perangkat lunak pembelajaran, flash disk dan peralatan pendukung interaktif.
“Ternyata masih banyak yang belum menggunakan, masih banyak yang takut dan tak paham, maka akhirnya menteri meminta harus ada pendampingan untuk semua jenjang PAUD sampai jenjang SMA. Mereka harus mendapatkan sosialiasi,” ujar Yusra.
Ia menjelaskan, narasumber pada kegiatan sosialisasi ini adalah dari guru. “Guru pejuang digital dari Pusdatin (Pusat Data dan Teknologi Informasi yang merupakan unit kerja di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ulasnya.
Adapun lokusnya di kabupaten/kota se-Riau dan dilaksanakan serentak, serta sesuai kedekatan dinas dan pendanaan.
Yusra juga mengungkapkan, ada dua program yang dipantau langsung Presiden Prabowo. Selain program digitalisasi, Presiden RI juga memantau revitalisasi bangunan sekolah, ruang kelas hingga toilet.
Khusus untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), pemerintah memberikan, Starlink yang bertujuan mempercepat akses internet cepat dan stabil, terutama untuk pendidikan dan layanan darurat(ran)
