BANGKINANG – Jika tak ada aral melintang, menurut rencana, tahun ini Pemerintah Kabupaten Kampar kembali mengikuti kegiatan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 yang akan diselenggarakan pada 27-29 Agustus mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Apkasi Otonomi Expo (AOE) salah satu pameran kabupaten terbesar di Indonesia yang rutin diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang
merupakan pameran potensi investasi, pariwisata, kuliner, fesyen, seni budaya, dan pengadaan barang/jasa dari berbagai kabupaten di Indonesia.
Pameran tahunan ini juga merupakan ajang promosi komoditas unggulan daerah, investasi, dan produk lokal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kampar Refizal, S.STP, M.IP kepada MANDIRINEWS.co di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026) mengatakan,
keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Kampar pada iven ini diharapkan bisa membantu upaya mempromosikan potensi daerah, perdagangan, pariwisata, investasi, dan pengadaan barang/jasa.
“Pada kegiatan ini kita akan membawa data investasi, bagaimana potensi dan peluang berinvestasi di Kabupaten Kampar. Kita juga membawa instansi terkait seperti diantaranya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perikanan dan lainnya,” ujar Refizal.
Dengan keikutsertaan Kampar pada ajang ini akan memberikan kesempatan kepada buyer (pembeli) atau investor melihat peluang investasi yang akan menjadi catatan untuk serangkaian analisis strategis untuk mengidentifikasi potensi keuntungan dari alokasi modal. Kampar juga akan semakin dikenal di berbagai daerah bahkan di dunia.
Pada ajang ini Kampar juga akan membawa aneka produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Diantaranya ada batik Kampar, aneka produk kuliner khas Kampar dan hasil kerajinan Kampar.
“Harapan kita agar para pelaku usaha di luar bisa melihat Kampar, berinvestasi dan menanamkan modalnya di Kampar. Banyak sekali potensi kita, diantaranya kita memiliki perkebunan sawit yang cukup luas dan kita memiliki potensi luar biasa dibidang pariwisata.
Mungkin mereka juga bisa berinvestasi membuka restoran dan lain sebagainya,” terangnya.
Dengan adanya meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah), memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta dampak positif lainnya.(ran)
