BANGKINANG – Untuk memantapkan persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kampar menggelar pembekalan bagi Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kampar di Aula Lantai II Gedung PLHUT Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Selasa (7/4/2026).
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kampar H Dirhamsyah, S.Ag, MSy dalam sambutannya menegaskan agar kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, namun hendaknya semakin meneguhkan komitmen 56 petugas inti yang terdiri dari 11 Karom dan 45 Karu, yang akan menjadi ujung tombak dalam mengawal 452 JCH Kampar dalam perjalanan ibadah di Tanah Suci.
“Karom dan Karu bukan hanya mengatur barisan. Mereka adalah penghubung utama antara jamaah dengan petugas resmi, sekaligus penanggung jawab ketertiban dan kekompakan di lapangan,” tegas Dirhamsyah.
Ia menambahkan, dalam skema pemberangkatan haji yang kompleks, Karom dan Karu menjadi garda terdepan. Mereka harus memastikan setiap jamaah:
mengetahui jadwal dan tahapan perjalanan,
tetap dalam kelompoknya,
serta mendapatkan pendampingan, terutama bagi jamaah lanjut usia.
Dengan pembagian kloter yang berbeda dan jumlah jamaah yang tidak sedikit, keberadaan Karom dan Karu menjadi faktor penentu apakah perjalanan berjalan lancar atau justru diwarnai kebingungan di lapangan.
Dirhamsyah menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan administrasi, tetapi juga oleh kekuatan koordinasi di tingkat bawah.
Mulai dari titik keberangkatan di Bangkinang, perjalanan menuju embarkasi Batam, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, seluruhnya membutuhkan komunikasi yang solid antara petugas dan jemaah.
“Jika Karom dan Karu bekerja maksimal, maka potensi masalah bisa diminimalisir. Tapi jika tidak, dampaknya langsung dirasakan jamaah,” katanya.(zdn)
