KUNTU – Anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Daerah Pemilihan Serantau Kampar Kiri Eko Sutrisno meminta pemerintah daerah dan lembaga terkait mendorong pengembangan hasil penelitian siswa di MAN 5 Kuntu yang sukses membuat biodiesel dari minyak jelantah.
Hal itu dikatakan politisi partai Nasdem tersebut saat menghadiri praktik sekaligus pemaparan hasil penelitian siswa di MAN 5 Kuntu, Senin (18/5/2026).
Eko berharap hasil penelitian tersebut agar tidak berhenti di ruang kelas semata.
“Sebagai wakil masyarakat, kami berharap pemerintah dapat mendukung pengembangan penelitian mereka agar nantinya bisa menjadi solusi terhadap tantangan yang ada saat ini,” ujar Eko.
Menurutnya, pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel bukan hanya sebatas proyek sekolah, tetapi sebuah inovasi nyata yang dapat menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan energi alternatif di masa depan.
“Ini bukan sekedar praktik sekolah. Anak-anak kita sudah berpikir bagaimana limbah bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini luar biasa dan harus mendapat dukungan yang serius,” tegasnya.
Ia menilai, kreativitas siswa MAN 5 Kampar di Desa Kuntu menghasilkan biodiesel B100, bahan bakar alternatif ramah lingkungan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Hebatnya, penelitian tersebut dilakukan para siswa di ruang kelas yang sederhana dengan fasilitas terbatas. Namun keterbatasan itu tidak menghalangi semangat mereka untuk melahirkan karya yang bernilai dan bermanfaat bagi lingkungan.
Inovasi tersebut langsung mendapat perhatian dan apresiasi dari dari
Eko juga menilai, kreativitas para siswa menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi inovatif yang tidak kalah bersaing dalam bidang penelitian dan teknologi.
“Alhamdulillah, kreativitas dan hasil penelitian anak-anak kita di MAN 5 Kuntu Kampar Kiri, patut kita berikan apresiasi setinggi-tingginya,” ulas Eko.
Tak hanya memberikan apresiasi, Eko mengungkapkan dirinya telah melakukan koordinasi dengan pihak Politeknik Kampar untuk membantu pengembangan inovasi siswa tersebut agar lebih matang secara teknologi.
Selain itu, ia juga berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM guna membantu pengurusan hak cipta atas inovasi yang dihasilkan siswa MAN 5 Kuntu.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Masnur turut memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan para siswa tersebut.
Menurut Masnur, inovasi yang lahir dari madrasah menjadi bukti bahwa pendidikan madrasah tidak hanya fokus pada ilmu keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan peduli terhadap permasalahan lingkungan.
“Kami sangat bangga dengan prestasi siswa MAN 5 Kampar ini. Ini membuktikan bahwa madrasah mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan agama, tetapi juga memiliki kemampuan riset dan inovasi yang luar biasa,” ujar Masnur.
Ia menegaskan, pihak Kementerian Agama Kabupaten Kampar akan terus mendorong madrasah agar aktif melahirkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Madrasah masa kini harus mampu menjawab tantangan zaman. Anak-anak kita harus dibiasakan berpikir kreatif, melakukan penelitian, dan menciptakan solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan siswa MAN 5 Kampar mengolah limbah minyak jelantah menjadi biodiesel B100 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.(ilh)
