BANGKNANG – Minggu pertama Februari lalu Kampar dihebohkan oleh peristiwa adanya beberapa wisatawan asing mandi-mandi dan bermain dengan pakaian kurang sopan di Objek Wisata Danau Rusa, di Kelurahan Batubersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar.
Setelah viral, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Afdal, ST, MT telah menyampaikan permintaan maaf ke publik.
Seperti diketahui, Objek Wisata Danau Rusa yang terletak di Kelurahan Batubersurat merupakan salah satu objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.
Belajar dari peristiwa tersebut, Kadisparbud Kampar kepada MANDIRINEWS.com baru-baru ini menyampaikan bahwa ia memahami protes dan kemarahan dari masyarakat maupun tokoh masyarakat atas kejadian ini karena apa yang dilakukan oleh wisatawan tersebut tidak sesuai dengan norma agama, adat istiadat dan budaya lokal Kabupaten Kampar. “Norma kita dengan merekakan berbeda. Bagi mereka biasa, tapi bagi kita tidak biasa,” ujar Afdal.
Namun demikian Afdal menyampaikan bahwa dari kejadian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dari sisi positifnya objek wisata di Kabupaten Kampar sudah dilirik oleh wisatawan asing (mancanegara). Ia berharap dari sektor wisata, para wisatawan akan membelanjakan uangnya di Kampar baik belanja kuliner, aneka produk Kampar maupun memanfaatkan berbagai jasa yang ditawarkan.
“Karena dilirik wisatawan asing, kita gak menduga ini wisatawan asing datang ke situ. Nilai positifnya wisatawan asing telah datang ke situ. Namun apa yang dilakukan oleh wisatawan asing tersebut para tokoh dan masyarakat telah mengingatkan kita,” ulasnya lagi.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kampar ini menambahkan, dengan adanya kunjungan wisatawan asing, maka Pemkab Kampar, khususnya Disparbud dan masyarakat harus sudah mulai mengantisipasi hal-hal yang berpotensi melanggar norma agama, adat istiadat dan budaya di tengah masyarakat Kampar karena budaya yang mereka bawa tidak sesuai dengan budaya lokal.
Afdal juga berharap agar seluruh pihak tidak menyikapi kejadian kemarin dengan tindakan yang menjurus ke tindakan yang “ekstrim” karena untuk menumbuhkan kepercayaan dan ketertarikan wisatawan asing membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.
Ia juga berharap masyarakat jangan terlalu jauh bertindak dan menghancurkan usaha yang telah dibuat masyarakat dan pemerintah daerah.
“Mungkin mereka datang ke sini berkat upaya promosi dari Dinas Pariwisata dan masyarakat yang sudah dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Jangan hancurkan ini karena kejadian itu insidentil. Mereka tidak salah, tapi kita yang lalai,” ungkap Afdal.
Ia juga mengatakan, ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk membenahi segala kekurangan daripada menghancurkan yang sudah ada. “Kita berharap wisatawan asing lebih banyak lagi,” imbuhnya.
Lantas apa yang akan dilakukan Disparbud untuk mengantisipasi kejadian serupa? Afdalmengatakan bahwa mengingat terbatasnya petugas di lapangan, maka kedepan pihaknya akan membuat pengumuman di lokasi. Pengumuman tidak hanya berbahasa Indonesia, namun juga berbahasa asing.
“Sebelumnya kita nggak bikin pengumuman karena kita nggak menduga ada wistawatan asing yang datang ke sana dan mereka ternyata langsung berbikini ria,” kata Afdal.
Peningkatan kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan asing ke beberapa objek wisata di Kampar merupakan salah satu harapan Pemkab Kampar untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi peningkatan sektor pariwisata menjadi salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kampar. Cuma perilaku mereka perilaku yang mereka bawa itu tak kita harapkan. Ini yang menjadi pelajaran bagi kita atas kejadian ini,” terangnya.
“Kita himbau masyarakat, gak ada salahnya juga yang vidiokan kemarin mengingatkan (turis tersebut) walaupun nggak bisa berbahasa asing, namun bisa berkomunikasi dengan mereka karena mereka pasti ada yang bawa (guide) juga, bisa berbahasa Indonesia,” katq Afdal.
“Sampaikan dengan kalimat dan cara yang baik karena mereka tidak salah menurut ukuran mereka dan menurut ukuran kita salah,” imbuhnya.(ran)
