BANGKINANG – Pacu sampan merupakan salah satu perlombaan yang diangkat dari lomba tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Kampar selalu membuat suasana peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar berlangsung meriah.
Tahun ini Kampar berulang tahun ke-76. Pelaksanaan Lomba Pacu Sampan digelar satu bulan lebih setelah peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar karena setelah ulang tahun pada 6 Februari lalu sudah berdekatan dengan masuknya bulan suci Ramadan.
Tahun ini kegiatan serupa mulai digelar di di bawah Jembatan Water Front City yang sekaligus meramaikan perayaan Hari Raya Enam.
Acara pembukaannya digelar di di Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang Sabtu (4/4/2026) dibuka oleh Bupati Kampar H Ahmad Yuzar, SSos, MSi dan ditutup oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, SSTP, MSi mewakili Bupati Kampar, Minggu (5/4/2026).
Acara ini ditaja oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kampar serta masyarakat Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas.
Perlombaan tahun ini diikuti oleh 25 Tim Pacu Sampan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kampar.
Tampil sebagai juara pertama adalah Tim Srigala Muda dari Kecamatan Siak Hulu dan berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp.30 juta.
Kemudian disusul di posisi kedua CV. Mikhaila dari Kecamatan Siak Hulu dengan hadiah sebesar Rp 20 juta. Selanjutnya juara ketiga ditempati Naga Laut – A dari Kecamatan Kampa dengan hadia sebesar Rp 10 juta.
Di posisi keempat atau harapan I diraih oleh BSC – Kecamatan Siak Hulu dengan hadiah sebesar Rp 5 juta. Harapan 2 Naga Laut – B Kecamatan Kampa dengan hadiah sebesar Rp. 3 juta, dan harapan 3 Kampung Godang Kecamatan Bangkinang dengan hadiah sebesar Rp 2 juta.
Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Bupati Ahmad Yuzar menyampaikan Lomba Pacu Sampan dalam rangka HUT Kampar ke-76 Tahun 2026 dengan tema “Bersama Membangun Kampar Dengan Hati” menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
Dia menyampaikan
apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai sportivitas selama perlombaan berlangsung.
Iven ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi dan menjaga kekompakan.
Pacu Sampan juga menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat maupun wisatawan serta memperkenalkan potensi daerah, khususnya kawasan Water Front City Bangkinang.
Sementara itu Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah mewakili Bupati Kampar dalam acara penutupan kegiatan ini, Minggu (5/4/2026)
menyampaikan, melalui kegiatan ini hendaknya semua pihak belajar bahwa membangun Kabupaten Kampar bukan hanya dengan tenaga dan pikiran, tetapi juga dengan hati. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat hari ini adalah modal besar untuk mewujudkan Kampar yang maju, sejahtera, dan berbudaya.
Pacu sampan telah lama menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya di daerah aliran Sungai Kampar. Perlombaan ini bukan hanya olahraga air, tetapi juga simbol kehidupan masyarakat yang sejak dahulu bergantung pada sungai sebagai jalur transportasi, sumber ekonomi dan ruang interaksi sosial.(ran)
