BANGKINANG – Meskipun komitmen untuk memperhatikan pendidikan kerap dilontarkan pimpinan daerah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Kampar namun diam-diam masih terdapat persoalan pelik dunia pendidikan di Negeri Serambi Mekkah yang kemudian terungkap ke ruang publik.
Sebuah vidio mengenai bangunan sekolah dengan kondisi miris beredar di media sosial pada Rabu (16/9/2026).
Dalam vidio itu seorang perempuan mengaku bernama Romawati, guru Kelas Jauh SD Negeri 007 Tapung. Dalam vidio itu Roma menceritakan kondisi sekolahnya yang kondisinya cukup memprihatinkan.
Dari vidio terlihat sebuah bangunan sekolah yang sangat sederhana, terdiri dari tiga ruang belajar itu tampak hanya berdinding triplek. Di bagian dalam tidak ada plafon dan kelihatan jelas begitu sederhananya sekolah ini. Ia minta perhatian semua pihak agar sekolah ini layak dijadikan tempat menuntut ilmu bagi generasi mendatang.
Menurut informasi yang dirangkum MANDIRINEWS.com pada Rabu (16/9/2026), sekolah ini merupakan Kelas Jauh SDN 007 dan letaknya memang cukup jauh dari perkampungan yang dihuni mayoritas masyarakat Desa Sungai Agung, Kecamatan Tapung.
Sekolah jauh ini menurut informasi telah berdiri sejak 22 tahun silam. Sudah banyak alumni dari sekolah ini meskipun bangunannya sangat sederhana dan jumlah gurunya sangat terbatas.,
Guru di sekolah itu sudah sering menyampaikan proposal usulan, tapi tak kunjung ada perhatian baik dari pemerintah daerah maupun beberapa perusahaan di sekitar wilayah tersebut. Bahkan ada proposal yang dikembalikan perusahaan dengan alasan tidak bisa memberikan bantuan.
Hanya ada tiga orang guru yang bertugas di sana, termasuk Romawati. Merekapun belum berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN). Vidio memang baru beredar, namun mampu menyedot perhatian publik dan tokoh masyarakat di Kabupaten Kampar, khususnya di Tapung.
Mitosnya kondisi sekolah juga mendapat perhatian dari Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Provinsi Riau. Bahkan IKST langsung mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Kampar.
Surat terbuka itu juga dikirimkan
Ketua Umum IKST Provinsi Riau Rais Hasan Piliang, SH, MH, CLA, Datuk Bagindo Mudo kepada redaksi MANDIRINEWS.co pada Rabu (16/9/2026) sore.
Surat terbuka itu ditujukan IKST Provinsi Riau kepada Bupati Kampar sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masa depan masyarakat
Sungai Tapung, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan sumber dayamanusia Kabupaten Kampar. “Kami sengaja menyampaikan hal ini secara terbuka karena persoalan pendidikan bukan hanya persoalan pemerintah, sekolah, guru, atau orang tua murid.
Pendidikan adalah investasi masa depan daerah.Dan kualitas pendidikan hari ini akan menentukan wajah Kabupaten Kampar dalam 10,20 bahkan 30 tahun yang akan datang,” begitu isi surat kepada Bupati Kampar yang diterima Redaksi MANDIRINEWS.CO.
Kemudian IKST menyampaikan bahwa mereka melihat dan menerima informasi mengenai kondisi SDN 007 Sungai Agung,
Kecamatan Tapung, yang ditampilkan dalam dokumentasi video masyarakat (videoTiktok)Dalam video tersebut terlihat kondisi bangunan sekolah yang masih menggunakan dinding triplek yang telah mengalami kerusakan, serta kondisi ruang sekolah yang menurut kami membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
IKST tidak inginmenjadikan kondisi tersebut sebagai bahan untuk menyalahkan siapa pun. Sebaliknya, IKST mengklaim ingin menjadikannya sebagai alarm bersama. Alarm bahwa masih terdapat persoalan infrastruktur pendidikan yang harus segera diselesaikan. Karena di balik dinding triplek tersebut terdapat anak-anak Kabupaten Kampar yang sedang belajar. Dibalik ruang kelas yang sederhana tersebut terdapat guru-guru yang sedang mendidik. “Dan di balik anak-anak tersebut terdapat masa depan Kampar.
“JANGAN BIARKAN KONDISI BANGUNAN MENJADI BATAS CITA-CITA ANAK-ANAK KAMPAR,” begitu bagian isi surat IKST yang ditulis huruf kapital dan dicetak tebal (bold).
Selanjutnya IKST memahami bahwa pembangunan daerah memiliki keterbatasan anggaran dan banyaknya kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Namun IKST percaya bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai investasi strategis jangka panjang. Anak-anak tidak boleh menunggu terlalu lama hanya karena proses administrasi pembangunan berjalan lambat. Mereka tidak boleh kehilangan kesempatan mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak.
Karena itu, IKST meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kampar untuk melakukan gerakan cepat infrastruktur pendidikan Tapung dengan melakukan lima langkah konkrit yaitu:
1. Segera lakukan verifikasi lapangan.Kami meminta Bupati Kampar melalui Dinas Pendidikan segera melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi SDN 007 Sungai Agung dan sekolah-
sekolah lain di wilayah Tapung yang memiliki persoalan serupa. Jangan hanya mengandalkan laporan administratif. Turun ke lapangan. Lihat kondisi sekolah. Dengarkan guru, orang tua dananak-anak.
2. Petakan seluruh sekolah yang membutuhkan penanganan. IKST mendorong Pemerintah Kabupaten Kampar membuat pemetaan kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah Tapung Mana yang :
2.1. membutuhkan rehabilitasi ringan;
2.2. membutuhkan rehabilitasi sedang;
2.3. membutuhkan rehabilitasi berat;
2.4. membutuhkan pembangunan gedung baru;
2.5. membutuhkan fasilitas sanitasi;
2.5. membutuhkan sarana dan prasarana pendidikan lainnya.Dengan demikian, penanganannya dapat dilakukan berdasarkan data dan tingkat
urgensi.
3. Masukkan dalam prioritas penganggaran.
IKST meminta Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan sekolah-sekolah yang
kondisinya sudah tidak layak memperoleh prioritas dalam perencanaan dan
penganggaran daerah sesuai kemampuan fiskal serta ketentuan yang berlaku.
Kami berharap persoalan sekolah seperti SDN 007 Sungai Agung tidak berhenti
pada:
“sudah kami catat.”
Tetapi dilanjutkan menjadi:
“sudah kami anggarkan dan akan kami kerjakan.”
4. Lakukan penanganan darurat sambil menunggu rehabilitasi.
Jika pembangunan permanen membutuhkan proses penganggaran dan
pengadaan, maka pemerintah tetap perlu memastikan keselamatan dan
kenyamanan proses belajar mengajar selama masa tunggu.
Jangan sampai anak-anak harus menunggu bertahun-tahun hanya karena
pembangunan permanen belum dapat dilaksanakan.
5. Bangun gerakan kolaborasi.
IKST membuka ruang untuk menjadi bagian dari gerakan kolaboratif antara :
Pemkab Kampar – Pemerintah Desa – Dunia Usaha – PHR – BUMD – IKST –
Tokoh Masyarakat – Alumni – Orang Tua Murid
untuk membantu percepatan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di wilayah
Tapung.Pemerintah tetap menjadi pemegang kewenangan sesuai ketentuan, sementara
masyarakat dan dunia usaha dapat mengambil bagian melalui mekanisme
kolaborasi yang sah dan transparan.
Lebih lanjut IKST Provinsi Riau menyampaikan, Tapung adalah bagian dari masa depan Kampar.
“Bupati Kampar yang kami hormati, Kami ingin melihat anak-anak Tapung kelak
menjadi: dokter, guru,
insinyur, pengusaha, akademisi,
teknokrat, pemimpin,
dan profesi-profesi lainnya yang akan membawa Kampar menjadi daerah yang
maju.Tetapi cita-cita besar tersebut harus dimulai dari sesuatu yang sangat
sederhana: ruang kelas yang layak.
Sebuah meja, sebuah kursi, sebuah papan tulis, sebuah atap yang aman, dinding yang kokoh, air bersih, toilet yang layak dan lingkungan sekolah yang membuat anak-anak merasa bahwa pemerintah
hadir dan peduli terhadap masa depan mereka.
IKST menawarkan kolaborasi, bukan konfrontasi. IKST tidak datang hanya untuk mengkritik. IKST ingin menjadi bagian dari solusi. Kami siap membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk
mengidentifikasi persoalan pendidikan di wilayah Tapung dan mendorong
keterlibatan berbagai pihak dalam mencari solusi.
“Kami percaya:
Pemerintah memiliki kewenangan.
Masyarakat memiliki kepedulian.dunia usaha memiliki sumber daya.
Tokoh masyarakat memiliki kekuatan sosial. Dan anak-anak memiliki masa depan yang harus kita perjuangkan bersama.
Apabila seluruh kekuatan tersebut disatukan, persoalan infrastruktur pendidikan yang
hari ini terlihat berat bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diselesaikan,” ulasnya.
IKST mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Kampar menjadikan peningkatan
infrastruktur pendidikan di wilayah Tapung sebagai bagian dari gerakan percepatan
pembangunan sumber daya manusia Kampar.
“Karena kita tidak sedang hanya membangun sekolah.
Kita sedang membangun manusia.
Kita sedang membangun generasi.
Kita sedang menyiapkan pemimpin Kampar di masa depan.
Dan investasi terbaik sebuah daerah bukan hanya jalan, gedung dan infrastruktur fisik. Investasi terbesar adalah manusianya.
Kepada Bupati Kampar IKST berharap surat terbuka ini tidak dipandang
sebagai kritik terhadap pemerintah, tetapi sebagai suara kepedulian masyarakat
Sungai Tapung terhadap masa depan Kabupaten Kampar.
“Kami berharap Bupati Kampar dapat mengambil gerakan cepat, memerintahkan
pengecekan lapangan, melakukan pemetaan kebutuhan, menetapkan skala prioritas dan
memastikan adanya langkah nyata terhadap persoalan infrastruktur pendidikan di
Tapung.
Sebab waktu terus berjalan.
Anak-anak terus tumbuh.
Dan masa depan tidak boleh menunggu. Jangan biarkan keterbatasan infrastruktur menjadi keterbatasan masa depan anak-anak Kampar.
“IKST siap berdiri bersama Pemerintah Kabupaten Kampar untuk membangun pendidikan
yang lebih baik.
Dari Tapung untuk Kampar.
Dari Kampar untuk masa depan Riau,” pungkasnya.(ran)
