LIPATKAIN – Penyelenggaraan Festival Kreatif Lipatkain kembali menyedot perhatian dari ribuan masyarakat dari berbagai kalangan. Tahun ini merupakan kali ketiga festival ini digelar.
Festival Kreatif Lipatkain Season 3 dibuka oleh Bupati Kampar H Ahmad Yuzar, SSos, MT pada Rabu (7/4/2026) di Pelataran Kantor Lurah Lipatkain dan akan berlangsung hingga Sabtu (11/4/2026).
Turut hadir Anggota DPRD Kampar dari Daerah Pemilihan VI Rantau Kampar Kiri Eko Sutrisno, SSos, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Afdal, ST, MT, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Helmi, SH, Plt Kasatpol PP Kampar Yorin Effendy, SSTP, M.Si.
Turut hadir juga dalam prosesi pembukaan, Plt. Camat Kampar Kiri Sri Muryani, SST, Lurah Lipatkain Andi Sukma, SPi serta para pemuka masyarakat alim ulama, ninik mamak, cerdik pandai dan ribuan masyarakat.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar dalam pengarahannya menyampaikan, sesuai tema festival tahun ini “Bersama Menjaga Budaya, Bangun Ekonomi Kreatif dengan Hati”, merupakan panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak meninggalkan akar budaya di tengah gempuran modernisasi. “Kita ingin ekonomi kreatif tumbuh, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang kita miliki,” ujar Bupati Kampar.
Sementara itu, Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan akbar ini merupakan tindakan nyata untuk merawat adat dan budaya, khususnya di Kampar Kiri.
Berbagai hal ditampilkan pada pelaksanaan iven ini seperti adat maantau tando, memperkenalkan wisata kuliner Kampar Kiri, diantaranya tumi lompok ayam yang telah dikenal secara nasional karena pernah mendapatkan penghargaan nasional. Disamping itu kepada pengunjung yang hadir juga dikenalkan adanya batik Lipatkain yang menampilkan motif
dengan ikon Kampar Kiri seperti
motif Makam Datuak Tumbuak, Tugu Equator, lokomotif, dan tak ketinggalan juga terdapat motif “takagh godang” yang merupakan peninggalan sejarah di Kenegerian Lipatkain. Takagh godang diyakini sebagai tempat minum pada zaman dahulu kala berupa guci yang menyimpan cerita menarik di mana pada saat musim hujan air yang ada di dalamnya sedikit. Sementara sebaliknya, pada musim kemarau air di dalam takagh justru terlihat lebih banyak.
Sementara itu, Lurah Lipatkain Andi Sukma kepada MANDIRINEWS.com pada Kamis (9/4/2026) mengungkapkan, ada 15 kegiatan yang dilaksanakan pada festival yang digelar sejak 8 hingga 11 April 2026.
Kegiatan tersebut adalah lomba masakan tradisional (tumis lompok ayam dan sambal kacau ikan sungai), lomba fashion show daur ulang, pawai budaya, lomba tari kreasi tradisional antar SMA, lomba
dasa wisma, lomba lagu Ocu, lomba mewarnai antar TK, lomba lagu nusantara antar SD, lomba baca puisi antar SMP, lomba batimang, lomba fashion show antar TK, lomba gala panjang, medical chek up, bakti sosial, lomba UMKM terbaik, serta bazar dan stand batik tulis Rumah Batik Lipatkain
Andi menyebutkan, festival ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya dan ekonomi.
Diantara pemberdayaan ekonomi itu adalah pemasaran hasil kerajinan batik tulis dari Rumah Batik Lipatkain yang telah membina 13 orang pembatik. Selama festival digelar telah terjual beberapa lembar batik tulis Lipatkain.
Berbagai hasil produk UMKM juga mampu terjual selama penyelenggaraan festival. Transaksi ekonomi juga cukup tinggi karena acara yang digelar siang hingga malam ini selama beberapa hari telah dikunjungi ribuan masyarakat.(ran)
