BANGKINANG – Bupati Kampar H Ahmad Yuzar, SSos, MT menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Kampar Tahun 2025 serta Penetapan Pokok-Pokok Pikiran DPRD Tahun 2027 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kampar di gedung DPRD Kampar, Senin (13/4/2025).
Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Kampar Dr Hj Misharti, SAg, MSi dan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kampar Ardi Mardiansyah, SSTP, MSi.
Rapat paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Kampar H Ahmad Taridi, SHI.
Dalam kesempatan ini Bupati Kampar menegaskan, penyampaian LKPj bukan sekedar kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional kepada masyarakat dan manifestasi komitmen moral dan konstitusional kepala daerah dalam mempertanggungjawabkan amanah rakyat.
Ia menambahkan, LKPj ini mencerminkan apa yang telah direncanakan, apa yang telah dikerjakan dan sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Bupati Kampar juga memaparkan sejumlah indikator capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kampar mencapai 5,02 persen, tingkat kemiskinan berada pada angka 6,29 persen, serta tingkat kemiskinan terbuka sebesar 4,57 persen.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kampar tercatat sebesar 76,97 dengan tingkat inflasi year on year sebesar 5,01 persen.
Dalam sektor infrastruktur, kondisi jalan Kabupaten Kampar sepanjang 1.320,69 km atau 48,30 persen dalam kondisi mantap, sementara 1.413,72 km atau 51,70 persen masih dalam kondisi belum mantap.
Sementara itu, jaminan jaminan kesehatan melalui program UHC/BPJS telah mencapai 99,73 persen, serta jumlah UMKM yang terdata kurang lebih 19.166 unit.
Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,93 triliun atau sebesar 97,20 persen, sedangkan realisasi belanja daerah sebesar Rp2,91 triliun atau 94,28 persen.
Lebih lanjut, Bupati Kampar mengakui bahwa dibalik pencapaian tersebut masih terdapat berbagai tantangan pembangunan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan fiskal daerah, tuntutan peningkatan pelayanan publik, serta dinamika sosial ekonomi yang terus berkembang.
“Namun dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kami optimis mampu menjawab berbagai tantangan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, pemerintah pusat dan provinsi, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Kampar. Namun demikian, kita juga harus jujur bahwa masih terdapat berbagai kekurangan dan pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ulasnya.(ran)
