BATUBELAH – Zakirman dan kawan-kawan berhasil memenangkan Lomba Sampan Hias pada iven Balimau Kasai menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Rabu (18/2/2026).
Sampan hias Zakirman dkk berupa miniatur rumah adat Kampar atau sering disebut rumah lontiok menarik perhatian dewan juri dan ribuan pengunjung di sepanjang aliran Sungai Kampar mulai dari garis star di Kelurahan Pulau, Kecamatan Bangkinang, Bangkinang Kota hingga finish di Desa Batubelah, Kecamatan Kampar.
Zakirman dkk meraih poin tertinggi dengan nilai 251 poin. Sampan yang membawa miniatur rumah lontiok itu mengangkat judul “Lestarikan rumah adat Kampar” dan tema “Jejak warisan adat Melayu yang tak lekang oleh waktu, sebagai simbol kehidupan beradat dalam tradisi Melayu”.
Dari pantauan, sejumlah sampan hias tampak menghiasi aliran Sungai Kampar. Selain berbentuk rumah adat, peserta juga terlihat membuat miniatur pesawat, tugu monas hingga ka’bah. Sampan-sampan itu menyatu dengan ratusan warga yang mengapung dengan menaiki ban bekas maupun perahu karet.
Ribuan warga memadati pinggiran dan tepian di sepanjang Sungai Kampar. Sebagian ikut mandi di sepanjang tepian, sebagian tampak “bailiu” (mengapung mengikuti arus dengan bantuan ban bekas). Jalanan hingga jembatan penuh sesak dipadati warga untuk menyaksikan sampan hias.
Zakirman kepada wartawan usai pengumuman pemenang lomba sampan hias di Batubelah mengatakan, rumah adat Kampar semakin sedikit, melalui sampan hias ini mereka ingin mengingatkan masyarakat, terutama generasi muda agar melestarikan rumah adat Kampar seperti melestarikan Balimau Kasai.
Untuk membuat miniatur rumah adat Kampar ini menghabiskan waktu hingga tiga pekan dengan menggunakan bahan-bahan bekas.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Ahmad Yuzar yang telah mengapreasiasi dan mendorong tradisi Balimau Kasai agar tetap lestari untuk masa yang akan datang.(adv)
