BANGKINANG – Beberapa pekan terakhir media sosial diramaikan banyaknya keluhan warga tentang kerusakan jalan di Tapung Raya. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) DPRD Kampar mengingatkan Pemerintah Kabupaten Kampar agar jangan lepas tangan hanya karena jalan tersebut menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Riau.
Peringatan tersebut disampaikan Sekretaris F-PDIP DPRD Kampar Azhari Nardi dalam pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kampar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan (RPP) APBD Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2025 di gedung DPRD Kampar, Senin (6/7/2026) sore.
“Jangan menjadi alasan dan lepas tangan, bagaimanapun yang tinggal di sana itu masyarakat Kampar. Tolong dicari solusi jangka pendek maupun jangk panjang,” tegas Azhari.
Karena kondisi jalan sudah banyak yang rusak dan masyarakat tidak bisa lagi menunggu, maka Pemkab Kampar harus melakukan upaya dan menggesa perbaikan.
Politisi asal Kecamatan Tambang itu meminta Pemkab Kampar agar mengajukan permintaan ke provinsi dan Kementerian PU agar status jalan tersebut ditingkatkan menjadi jalan nasional
Ia juga Pemkab berkoordinasi dengan Pemprov dan pusat agar mendapatkan skema Program Inpres Jalan Daerah yang merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk memperbaiki, membangun, dan meningkatkan konektivitas jalan dan jembatan di daerah. “Hendaknya itu dilakukan dulu tanpa menunggu dulu status jalan nasional,” tegas Azhari.
Menanggapi saran dari FDIP DPRD Kampar, Bupati Kampar H Ahmad Yuzar mengakui bahwa ruas jalan di Tapung Hulu dan Tapung Hilir yang merupakan ruas jalan provinsi dan nasional rata-rata dalam keadaan rusak.
Bupati mengaku bahwa ia telah berupaya agar mendapatkan perhatian dari Pemprov Riau dan pemerintah pusat dan meminta bantuan kepada anggota DPR RI. Ia berharap terutama kepada Komisi V DPR RI memperjuangkan perbaikan jalan nasional di Tapung Raya.
“Kami berusaha untuk membangun Kampar secara gotong royong,” beber Yuzar.
Sementara itu dari pantauan, MANDIRINEWS.co, berbagai postingan dan komentar bahkan hujatan kepada pemerintah, Pemprov Riau, Pemkab Kampar dan wakil rakyat ditumpahkan netizen (warga) di media sosial dalam beberapa pekan terakhir, Mereka meluapkan kekecewaan dan amarah akibat banyaknya kerusakan jalan di daerah mereka yang belum mendapat respon dari pihak terkait.
Aksi beberapa warga juga tampak ditumpahkan di media sosial. Diantaranya menaruh sofa di tengah badan jalan yang dipenuhi genangan air. Kemudian ada juga aksi penggalangan bantuan bahan perbaikan seperti kerikil dan pasir yang disertai gotong royong penimbunan badan jalan yang rusak.
Di salah satu akun Facebook Ima Fatimah, beredar seruan dari Aliansi Masyarakat Tapung Murka agar masyarakat yang resah akan kerusakan jalan di Tapung menghadiri konsolidasi di Flamboyan pada Senin (6/7/2026) malam hingga adanya postingan bahwa telah terbentuknya Front Aksi Jalan Rakyat (Fajar) yang ingin terwujudnya jalan rigid beton di Tapung dan tidak hanya sekedar janji-janji manis. Masyarakat diajak jangan abai untuk memperjuangkan hak sebagai warga.(ran)
