BANGKINANG – Bupati Kampar yang diwakili oleh Asisten II Drs Muhammad, M.Si mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 melalui zoom meeting yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah Dalam Program 3 Juta Rumah, yang digelar di Media Center Kantor Bupati Kampar, Senin (9/3/2026).
Zoom meeting tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Deputi Bappenas, BPS Pusat, Badan Pangan Nasional, Bulog dan diikuti oleh gubernur, bupati/walikota.
Rapat koordinasi ini membahas berbagai strategi pengendalian inflasi di tingkat nasional maupun daera, termasuk upaya menjaga stabilitas harga komoditas pangan, penguatan sinergi antarperangkat daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar, harga cabai merah di Kampar mengalami kenaikan harga sejak Kamis (5/2/2026). Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (DisdagKUMK) kenaikan harga disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.
Hal tersebut juga ada kenaikan harga daging ayam ras. Harga ayam potong pada Februari 2026 masih relatif tinggi. Kondisi ini juga mempengaruhi Kabupaten Kampar karena pasokan berasal dari Sumatera Barat, serta di Pekanbaru juga terjadi kenaikan harga yang mendorong pergerakan harga di Kampar. Berimbas pada kenaikan harga komoditas di Kabupaten Kampar. Selain itu, tingginya harga daging ayam ras dipicu oleh kenaikan harga pakan yang meningkatkan biaya produksi, serta meningkatnya permintaan untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis.
Inflasi Kabupaten Kampar Bulan ke Bulan (Bulan ke Bulan ) mengalami peningkatan pada Februari 2026 dibandingkan Januari 2026.
Komoditas cabai merah memilikikontribusi terbesar terhadap inflasi m-to-m, sementara bawang merah memiliki andilterbesar terhadap deflasi m-to-m Kabupaten Kampar pada bulan Februari 2026.
Selain komoditas yang bersifat volatil,komoditas inti yang memberikan andilinflasi adalah emas perhiasan, cat tembok, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan komoditas controlled price juga memberikan andil deflasi adalah bensindan minyak goreng.
Pada Bulan Februari 2026, terjadi Inflasi m-to-m sebesar 0.32%. Inflasi y-on-y sebesar 5,14% dan deflasi y-to-d sebesar -0,34%.
Dalam hal tersebut, Asisten II Drs. Muhammad menyampaikan bahwa terjadinya peningkatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
“Dalam upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar juga selalu melakukan pasar murah di setiap kecamatan, yang mana pasar murah ini meliputi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan tingginya harga bahan pokok,” ulasnya.
Ia juga menyebutkan, dalam rangka pengendalian inflasi Pemkab akan terus berupaya melakukan upaya konkrit secara maksimal serta berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait agar selalu menekan angka Inflasi demi kesejahteraan masyarakat.(adv)
