BANGKINANG – Bupati Kampar H Ahmad Yuzar memanfaatkan momen peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kampar untuk mengungkapkan capaian dalam kepempiminannya yang telah berjalan satu tahun bersama Wakil Bupati Kampar Hj Misharti.
Hal itu disampaikannya dalam pidatonya pada rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Kampar dengan agenda peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Kampar, Jumat (6/2/2026) di gedung DPRD Kampar yang dihadiri sejumlah mantan kepala daerah Riau, mantan kepala daerah Kampar, sejumlah tokoh, dan undangan lainnya.
Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Kampar H Ahmad Taridi dan didampingi tiga orang wakil ketua yakni Iib Nursaleh, Zulpan Azmi dan Sunardi DS.
Kegiatan ini dihadiri Plt Gubernur Riau yang diwakili Sekretaris Daerah Riau H Syahrial Abdi. Diantara undangan yang hadir tampak Mantan Gubernur Riau periode 1998-2003 H Saleh Djasit, Anggota DPR RI Arief Eka Saputra, Mantan Bupati Kampar H Jefry Noer, Anggota DPRD Riau H Edi Basri, Diski, Efrinaldi. Selain itu ada kepala daerah dan perwakilan kepala daerah tetangga diantaranya Walikota Payakumbuh dr H Zulmaeta dan perwakilan OJK, BPK RI, Lembaga Adat Melayu Riau, dan undangan lainnya.
Diawal pidatonya Bupati Kampar H Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa tema HUT ke-76 Kampar adalah “bersama membangun Kampar dengan hati”.
Dikatakan, tema ini bukan sekedar rangkaian kata tapi cerminan semangat dan tekad bersama untuk membangun daerah dengan keikhlasan, empati dan ketulusan.
Ia berharap program yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang diawali dengan selalu mendengarkan aspirasi masyarakat.
Yuzar mengatakan bahwa ia sadar bahwa pembangunan daerah saat ini tidak berjalan mulus ditengah
tantangan keterbatasan anggaran dan sosial. Namun ia bangga karena nilai-nilai keseteiakawanan dan semangat kegotongroyongan seluruh elemen masyarakat Kampar masih tinggi.
Ia juga melihat penyelenggara pemerintahan bekerja pantang menyerah termasuk para guru yang mengajar sampai di pelosok negeri serta aparatur desa yang terus melayani masyarakat dengan baik dan dinilainya sebagai penopang utama program Pemkab Kampar.
Lebih lanjut Yuzar mengatakan,
dalam satu tahun pemerintahan yang ia pimpin bersama Wakil Bupati Hj Misharti, mereka berusaha untuk membangun Kabupaten Kampar baik dari segi sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemerintahan dan keagamaan.
Yuzar kemudian menjabarkan bahwa di bidang sosial pemerintahannya telah memberikan bantuan bagi setiap masyarakat difabel, lanjut usia dan janda yang terbatas ekonominya serta orang-orang karena keterbatasan fisik dan akses ekonomi yang tak akan bisa memenuhi kebutuhan dasar.
Bantuan itu berupaya bantuan beras sebanyak 10 kilogram/bulan kepada setiap penerima.
Tahun 2025, melalui pergeseran anggaran, telah digelontorkan dana untuk bantuan ini sebanyak Rp 4 miliar. Kemudian tahun
2026 telah disepakati dengan DPRD dianggarkan Rp 7 miliar.
“Ini bukti keberpihakan kita ke masyarakat bawah dan bukti hadirnya pemerintah daerah untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujar Yuzar.
Selanjutnya dibidang pendidikan, Pemkab Kampar telah memberikan
pakaian seragam gratis kepada anak yatim dan anak yang terbatas ekonominya bagi 1.196 orang murid SD dan 1.127 siswa SLTP.
Disamping itu ada bantuan uang kepada murid SD, masing-masing menerima 1.540.000/orang dan Rp
2.200.000 untuk siswa SLTP perorang pertahun yang didanai dari APBD murni.
Selanjutnya dibidang kesehatan, Pemkab Kampar menganggarkan dana untuk jaminan kesehatan masyarakat sebesar Rp 60 miliar dengan realisasi program UHC mencapai 82 persen dan
keaktifan kepesertaan 99,7 persen dari jumlah penduduk Kampar.
Selain itu telah dilakukan upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dimana saat ini Pemkab sudah menjadikan seluruh Puskesmas, yakni sebanyak 32 Puskesmas di 21 kecamatan menjadi Puskesmas pelayanan 24 jam.,
Di bidang ekonomi Pemkab Kampar telah mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi lokal, investasi daerah telah membuka lapangan kerja.sehingga pertumbuhan ekonomi Kampar yang sebelumnya hanya 2,72 persen pada tahun 2024 meningkat pada tahun pertama ia memimpin menjadi 4,89 persen.
“Kebijakan ekonomi Kita memelihara yang besar tanpa mematikan yang kecil.
Mohon maaf kami menunda dulu izin retail modern karena kami membuat kebijakan retail modern yang besar agar bisa menggandeng yang kecil
Kalau sudah tepat kita maju bersama retail modern,” ulasnya.
Lebih lanjut Yuzar mengklaim bahwa untuk bidang pemerintahan mereka telah melakukan reformasi birokrasi, penatapan kelembagaan dan layanan publik yang yang transaparan, akuntabel dan profesional.
Hal itu terbukti dengan raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kesembilan kali dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk kinerja keuangan daerah. Kampqr juga baru saja meraih penghargaan terbaik satu untuk perencanaan pembangunan daerah tingkat Kabupaten se-Riau dan
UHC award kategori madya sebagai komitmen tinggi Pemkab Kampar untuk akses kesehatan masyarakat.
Ahmad Yuzar juga menyebutkan keberhasilan pemerintahannya dalam mengantisipasi dampak bencana banjir.
Ia mengatakan, biasanya pada
bulan Desember hingga Januari Kampar selalu menjadi daerah langganan banjir karena luapan dari waduk PLTA Koto Panjang namun pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 tahun di Kampar tidak terjadi banjir. “Alhamdulillah
tahun ini kita tidak merasakan walaupun kemarin terjadi musim hujan. Kita melaksanakan komunikasi intens dengan pengelola waduk. Dulu, sebelum elevasi 87, spillway gak dibuka. Saat airnya sudah banyak baru dibuka dan mengakibatkan banjir di Kampqr dan Pelalawan.
Tahun ini pembukaan spillway tak kita tunggu sampai penuh dulu,” ulasnya.
Sementara itu Gubernur Riau melalui Sekda Riau Syahrial Abdi mengatakan bahwa Pemprov Riau menempatkan Kampar sebagai wilayah strategis untuk pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Riau. Diantaranya utnuk perbaikan infrastruktur yang berdampak langsung pada pergerakan ekonomi antar wilayah.
Ia juga menyinggung soal masih terjadinya pengurangan transfer dari pusat dan Pemprov Riau untuk daerah. Ia menegaskan bahwa
penurunan tersehut tidak mengurangi komitmen Pemprov Riau untuk memprioritaskan program yang akan menyentuh kepentingan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa walaupun daerah masih diharuskan melakukan recofusing anggaran namun ia memastikan setiap rupiah benar-benar memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto saat rapat kerja nasional yang dilaksanakan pada pekan lalu di Sentul, Bogor dan berharap kolaborasi antara pusat, Pemprov dan Pemkab tetap terjalin dengan baik.(adv)
