BANGKINANG – Momentum peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026)
menjadi panggung prestasi membanggakan bagi Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau.
Seorang pemuda desa asal Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar Dedi Irawan, SAg sukses mengharumkan nama Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau dengan
meraih juara tiga tingkat nasional sebagai Pemuda Pelopor Bidang Lingkungan.
Pada ajang ini juara pertama diraih oleh Irfan Budiono asal Provinsi Banten dan juara dua diraih Isal Nur Hidayatulloh asa Jawa Barat.,
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria.
Momen berbahagia Dedi Irawan juga turut disaksikan langsung anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno. Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kampar tersebut sejak awal turut mendukung kegiatan yang diikuti Dedi Irawan.
Eko sengaja datang langsung bersama Dedi ke lokasi acara peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Turut hadir juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridarmawan dan Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas PMD Kampar Zamhur.
Kepada wartawan Eko Sutrisno mengaku bangga dan bahagia dengan capaian Dedi Irawan. Kebahagiaan itu ia tulis juga di dinding akun media sosialnya.
“Terima kasih Bro Dedi sudah mengharumkan nama Kampar dan Riau atas prestasi juara 3 nasional dalam ajang penghargaan Pemuda Pelopor Desa,” tulis Eko.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Rantau Kampar Kiri ini mengatakan, dia sengaja datang menyaksikan acara ini sebagai wujud komitmen dan penghargaan atas putra daerah Kampar, khususnya Rantau Kampar Kiri yang berprestasi di level nasional.
Ia berharap muncul pemuda-pemuda berprestasi lainnya dalam ajang lainyya. “Mari sama-sama kita bangun daerah dengan cara kita masing-masing. Ngga perlu saling sentil, saling cerca, saling iri, cukup dengan kerja nyata saja,” ulas Eko.
“BTW, ada reward tambahan ga ni dr Pak Bup Ahmad Yuzar dan Wabup Misharti Imis?,” tulis Eko diakhir postingannya.
Penghargaan yang diraih Dedi ini setelah melewati serangkaian seleksi yang dimulai dari bawah/daerah. Sebelum mengikuti seleksi di tingkat nasional yang penjuriannya dilaksanakan pada Agustus 2025 lalu, Dedi sebelumnya direkomendasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Riau.
Dedi sendiri merupakan Ketua Kelompok Sadar Wisata Batu Dinding Desa Tanjung Belit. Ia dipercaya menakhodai Pok Darwis ini diperiode ketiga sejak Pok Darwis ini berdiri tahun 2017 lalu.
Lantas apa yang dilakukannya sehingga melatarbelakanginya menjadi Pemuda Pelopor Desa? Bersama rekan-rekannya di Pok Darwis dan masyarakat setempat serta para pengunjung, mereka memberikan perhatian untuk keberlangsungan dan kelestarian hutan. Ia ingin agar hutan-hutan yang ada di sekitar desa mereka tetap lestari dan selamat dari aksi penebangan. Upaya penanaman pohon kembali terus dilakukannya.
Disamping itu, Dedi bersama Pok Darwis juga menginisiasi program pengelolaan sampah di beberapa tempat wisata. Sampah-sampah yang dulunya berserakan, kemudian diatur dan dikelola dengan baik. Sampah-sampah dikumpulkan dan dipilah-pilah.
Ia mengakui bahwa anak muda yang masih kurang memiliki kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya juga terus diedukasi. Uniknya lagi, agar sampah tidak berserakan, setiap pengunjung yang masuk didata dulu di pos tiket masuk, dan mereka diwajibkan membawa sampahnya pulang dari objek wisata.
Langkah ini telah dilakukan selama dua tahun sehingga objek wisata yang mereka kelola sudah terbebas dari sampah.
Ada beberapa objek wisata yang dikelola Pok Darwis Batu Dinding. Diantaranya Air Terjun Batu Dinding, Pulau Tengah, Pemandian Sungai Lalau, rafting dan Camping Ground Tanah Hitam.
Dengan adanya penghargaan yang ia terima dari Menteri Desa PDTT ini Dedi berharap pemerintah daerah ada program hilirisasinya dari program Kementerian Desa PDTT Lomba Wisata Nusantara. “Hendaknya ada kolaborasi melaksanakan Lomba Wisata se-Kabupaten Kampar. Ini dimulai dari bawah,” ujar Dedi.
Ia juga berharap pemerintah daerah juga melaksanakan seleksi Pemuda Pelopor Kabupaten dan Dinas Kependidikan Kepemudaan dan Olahraga menggelar pelatihan.
Kedepan ia juga berharap semangat pemuda desa semakin meningkat karena dalam pidato Menteri Desa PDT ada momen membangkitkan pemuda desa.(ran)
